Selasa, 24 Desember 2013

HARAPAN






HARAPAN

  Aku, seorang manusia yang memiliki harapan besar dari berjuta manusia yang memiliki harapan besar yang sama seperti aku, berjalan menyelusuri lorong-lorong yang berharap lorong itu akan menunjukan jalan pada pengharapan aku yang besar, aku lewati detik, menit, jam,hari,bulan dan tahun, aku sabar menunggu harapan itu datang kepadaku, otaku, jiwaku dan hatiku menyatu menjadi sebuah kesatuan yang kokoh untuk menguatkan aku seketika waktu ingin meruntuhkanku,  aku tahu begitu banyak manusia yang melebihi aku, melebihi ketampananku, kepintaranku, kesemangatanku dan kegigihanku tapi aku selalu percaya akan keberuntungan, aku selalu percaya bahwa tuhan akan memberikan sesuatu yang ajaib sehingga suatu saat nanti harapanku menyapaku.

  Aku selalu terus berusaha, berusaha agar otaku terisi banyak akan ilmu, dan aku selalu mencoba lebih berusaha agar batinku selalu terisi oleh iman, otak dan batinku adalah 2 jenis yang harus saling bersahabat, karena jikalau kegagalan menghampiriku, batinku kuat menerimanya dan otaku berpikir untuk mencobanya lagi, lagi dan lagi.

  Harapanku masih terbungkus, masih berlapiskan tali-tali baja yang  melilit sebuah harapanku, tapi aku yakin bahwa disekelilingku akan membantu membuka itu semua, dan pada akhirnya bungkusan dan tali itu akan hancur nantinya, orang-orang yang begitu mencintaiku, menyemangatiku dan selalu mendoakanku, mereka adalah keluargaku, keluarga bahagia yang teramat bahagia,  mereka motivasi terbesarku, suatu impian besar jika kelak harapanku datang, hasil dari harapanku itu akan membuat keluargaku ikut merasakan kebahagian yang teramat bahagia, dari harapanku aku ingin membuat impian-impianku terwujud untuk keluargaku, dan pada dasarnya mereka sudah sangat bahagia jikalau aku sudah mendapatkan harapanku, karena mereka tidak mengharapan apapun kecuali kebahagianku.