HARAPAN
Aku,
seorang manusia yang memiliki harapan besar dari berjuta manusia yang memiliki
harapan besar yang sama seperti aku, berjalan menyelusuri lorong-lorong yang
berharap lorong itu akan menunjukan jalan pada pengharapan aku yang besar, aku
lewati detik, menit, jam,hari,bulan dan tahun, aku sabar menunggu harapan itu datang
kepadaku, otaku, jiwaku dan hatiku menyatu menjadi sebuah kesatuan yang kokoh
untuk menguatkan aku seketika waktu ingin meruntuhkanku, aku tahu begitu banyak manusia yang melebihi
aku, melebihi ketampananku, kepintaranku, kesemangatanku dan kegigihanku tapi
aku selalu percaya akan keberuntungan, aku selalu percaya bahwa tuhan akan
memberikan sesuatu yang ajaib sehingga suatu saat nanti harapanku menyapaku.
Aku selalu
terus berusaha, berusaha agar otaku terisi banyak akan ilmu, dan aku selalu
mencoba lebih berusaha agar batinku selalu terisi oleh iman, otak dan batinku
adalah 2 jenis yang harus saling bersahabat, karena jikalau kegagalan
menghampiriku, batinku kuat menerimanya dan otaku berpikir untuk mencobanya
lagi, lagi dan lagi.
Harapanku masih
terbungkus, masih berlapiskan tali-tali baja yang melilit sebuah harapanku, tapi aku yakin
bahwa disekelilingku akan membantu membuka itu semua, dan pada akhirnya
bungkusan dan tali itu akan hancur nantinya, orang-orang yang begitu
mencintaiku, menyemangatiku dan selalu mendoakanku, mereka adalah keluargaku,
keluarga bahagia yang teramat bahagia, mereka motivasi terbesarku, suatu impian besar
jika kelak harapanku datang, hasil dari harapanku itu akan membuat keluargaku
ikut merasakan kebahagian yang teramat bahagia, dari harapanku aku ingin membuat
impian-impianku terwujud untuk keluargaku, dan pada dasarnya mereka sudah sangat
bahagia jikalau aku sudah mendapatkan harapanku, karena mereka tidak
mengharapan apapun kecuali kebahagianku.